weLcomE iN our BloGger
this is Very beAutiful blogger

Sabtu, 23 Oktober 2010

Jalur Alternatif Situbondo, Bondowoso dan Lumajang

Jalur Alternatif Situbondo, Bondowoso dan Lumajang
Rois Jajeli - detikSurabaya



Surabaya - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim memetakan jalur alternatif Operasi ketupat Semeru 2010 di beberapa daerah yang masuk karesidenan Besuki seperti, Lumajang, Situbondo dan Bondowoso.

Untuk jalur alternatif yang menuju ke Kota Situbondo dari arah Probolinggo, bisa melalui Paiton-Besuki-Suboh-Arak-Arak-Bondowoso-Prajekan-Situbondo. Juga bisa melalui Probolinggo-Paiton-Besuki-Suboh-Arak-Arak-Bondowoso-Tamanan-Kalisat-Kali Baru-Genteng-Rogojampi-Banyuwangi-Situbondo. Atau dari Probolinggo-Leces-Klakah-Tanggul-Jember-Kali Baru-Genteng-Rogojampi-Banyuwangi-Situbondo.

Jalur alternatif menuju ke Kota Tape Bondowoso yakni dari arah Besuki yang akan menuju wilayah timur Kota Bondowoso belok ke kiri simpang tiga Selolembu-Locare Kecamatan Curahdami-Karanganyar Kecamatan Tegal Ampel-Pejaten Kecamatan Kota-Jalan Bondowoso-Situbondo. Jalur tersebut bisa sebaliknya.

Untuk jalur alternatif yang memasuki Lumajang yakni Lumajang-Jatiroto-Jember lewat jalur selatan Kencong-Yosowilangun-Lumajang. Juga bisa melalui jalur Lumajang-Pronojiwo-Malang lewat jalur utara Pasuruan-Probolinggo-Ranuyoso-Lumajang. Atau bisa melalui jalur Lumajang-Ranuyoso-Probolinggo lewat jalur selatan Turen-Pronojiwo-Lumajang.
(roi/fat)

Jalur Alternatif Purworejo-Yogya Longsor

image Purworejo, CyberNews. Hujan deras disertai petir yang terjadi di Kabupaten Purworejo Minggu (17/10) malam menimbulkan bencana alam. Jalur alternatif yang menghubungkan antara Kabupaten Purworejo dengan wilayah Yogyakarta bagian barat tertimbun material tanah longsor dari tebing. Akibatnya akses jalan sempat terputus.
Meskipun material tanah sudah disingkirkan warga dengan cara kerja bakti, namun belum bisa bersih total. Sisa-sisa meterial longsoran yang ada mengakibatkan jalanan kotor dan licin. Akses jalan masih terhambat dan diperkirakan baru bisa normal sepekan ke depan.
Longsoran tebing itu terjadi di beberapa titik. Di wilayah Kecamatan Kaligesing sendiri setidaknya ada empat titik longsoran yang cukup besar. Yakni tiga titik di Desa Kaliharjo dan satu titik di Desa Tlogoguwo. Hingga pukul 12.00 kemarin, longsoran tanah di Dusun Gogolawas, Desa Tlogoguwo masih menutup jalan. Dibutuhkan alat berat untuk menyingkirkan material longsoran.
Diman (50), warga setempat mengungkapkan, sebelum terjadi longsor wilayah tersebut diguyur hujan sangat deras pada Minggu (17/10) mulai pukul 20.00. "Hujan berlangsung sampai dini hari," katanya.
Diungkapkan, longsor di Dusun Gogolawas terjadi sekitar pukul 00.00. Pagi harinya warga bekerja bakti untuk membuka akses jalan sementara supaya tidak menghambat anak-anak sekolah. "Kalau dilalu kendaraan roda dua bisa, tapi kalau roda empat sulit," katanya.
Camat Kaligesing Pracoyo SSos yang dimintai konfirmasi mengungkapkan, material tanah longsor yang menutup jalan panjangnya sekitar 10 meter dengan ketinggian lima meter. "Kami sudah koordinasi dengan Bina Marga Provinsi. Rencananya Selasa (19/10) besok akan diturunkan alat berat untuk membersihkan longsoran," katanya.

Jalur Alternatif Cijapati Kurang Diminati

RETNO HY/"PRLM"
RETNO HY/"PRLM"
JALUR alternatif Cijapati, Cikancung Kab. Bandung tampak lenggang dan hanya sejumlah kendaraan angkutan jenis elf dan kendaran pribadi jenis jeep yang melewati jalur ini karena kondisi jalanan yang licin dan rawan tanah longsor akibat hujan yang terus turun sepanjang siang menjelang sore hingga malam hari.*
BANDUNG(PRLM).- Jalur alternatif Cijapati, Kec. Cikancung Kab. Bandung kurang diminati pengguna jalan selama mudik maupun pulang mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1431 H tahun 2010 ini. Curah hujan sepanjang sore hingga malam mengakibatkan jalanan sempit banyak kelokan dan tanjakan serta turunan sangat licin.
“Selain itu kurangnya penerangan dan dibeberapa titik rawan tebing longsor menjadikan jalur alternatif Cijapati kurang diminati. Hujan yang turun sangat deras dan sering disertai kabut tebal menjadikan kawasan Cijapati yang tidak ada penerangan sangat gelap gulita hingga mengakibatkan pandangan pengguna jalan seringkali terhalang,” ujar Ali Munadi (34) tukang ojeg dikawasan persimpangan Cijapati-Cicalengka-Majalaya, betulan Desa Ciluluk, Kec. Cikancung, Kab. Bandung.
Selain kondisi jalan yang licin, rawan longsor serta kurang penerangan, kondisi ruas jalan dibetulan persimpangan Cijapati-Cicalengka-Majalaya, betulan Desa Ciluluk, Kec. Cikancung, Kab. Bandung, yang dalam beberapa hari ini terendam hingga mencapai 80 sentimeter, juga menjadikan jalur alternatif Cijapati pada musim mudik dan arus balik lebaran tahun ini kurang diminati. Jalur alternatif Cijapati tahun ini hanya dilalui kendaraan tertentu saja dan mereka yang sudah mengenal medan. (A-87/A-120)***

Kamis, 21 Oktober 2010

jalur nagreg

Inilah Jalur Alternatif di Nagreg

Senin, 7 September 2009 - 9:03 WIB
| More
BANDUNG (Pos Kota) -Siapa yang tak kenal Nagreg. Nama kampung, di wilayah Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, yang letaknya berbatasan dengan Kabupaten Garut, itu semakin sering disebut-sebut manakala menjelang Lebaran.
Meski sudah tahu bagaimana susah payahnya melewati jalan ini , namun pemudik tetap merindukan Nagreg. ” Kami rindu Nagreg justru karena macetnya,” komentar Suyanto, 45, seorang warga  yang selalu melintasi Nagreg tiap mudik Lebaran.
Kemacetan yang terjadi di Nagreg bukan baru terjadi dalam beberapa tahun ini melainkan sudah lama. Bahkan mungkin sudah puluhan tahun.Nah bila terjadi macet, ada jalan alternatif yang mungkin berguna untuk Anda ‘ Tidak usah takut.Untuk mengamankan mudik Lebaran kali ini di jalur Nagreg dan dua jalan alternatif yang ada, 900 anggota polisi disiagakan.
Inilah jalur alternatif tersebut ;
Pemudik bisa menggunakan jalur alkternatif diantaranya, keluar dari pintu tol Cileunyi, pemudik masuk ke Bandung- Cicalengka- Rancaekek- Majalaya, Cijapati-Kadungora -kota Garut- Singaparna- Tasikmalaya – Ciamis- Banjar- Jawa Tengah.
Jika keluar dari pintu tol Buahbatu, rute yang digunakan, Buah Batu- Baleendah, Ciparay- Majalaya- Cijapati- Kadungora-kota Garut- Singaparna- Tasikmlaya- Ciamis, Banjar- Jawa Tengah.
Kemudian jalur lainnya, jika keluar dari pintu tol Cileunyi, yang dilalui, Cileunyi-Jatinangor- Tanjungsari- Sumedang-Wado- Malangbong- Tasikmalaya- Ciamis- Banjar – Jawa Tengah. Atau jalur Cileunyi- Rancaekek- Parakan Muncang- Tanjungsari- Sumedang- Wado- Malangbong – Tasikmlaya – Ciamis- Banjar- Jawa Tengah.
HARUS WASPADA
Jika  pemudik ingin melewati jalur alternatif Cijapati, diharapkan kondisi kendaraan siap karena tanjakannya cukup hebat.
Jangan spekulasi dengan mobil tua. Berdasar pengalaman tahun lalu, puluan kendaraan baru banyak tumbang di tanjakan Cijapati.
Kebanyakan pemudik berkecenderungan ingin melewati Nagreg ketimbang dua jalan alternatif tadi. Pasalnya, melalui Nagreg sangat cepat menuju Garut dan Tasikmalaya, sedang melalui jalur alternatif selisih tiga jam.
Berdasar catatan, ada tiga titik pusat kemacetan di Nagreg. Pertama saat kendaraan memasuk pintu lintasan KA Nagreg, kemacetan sudah mulai panjang. Satu jam jelang kereta muncul, pintu sudah ditutup sehingga membuat kemacetan cukup serius.
Pusat kemacetan kedua, di turunan Nagreg dari arah Bandung tepatnya di dekat patung tangan yang berada di sebelah kiri dari arah Bandung. Di lokasi ini tanjakannya cukup hebat sehingga banyak kendaraan yang kesulitan maju sehingga mogok dan harus diganjal.
Pusat kemacetan terakhir di Jalan Cagak yang membelah jalan menuju kota Garut dan kota Tasikmalaya melalui Limbangan dan Malangbong. Kemaceta di lokasi ini  tak bisa dihindari karena adanya pertemuan kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Bandung, kemudian bertemu dengan kendaraan dari Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya.    (dono darsono/B)